cara hitung harga jual gofood

Cara Hitung Harga Jual GoFood 7 Rumus Anti Boncos!

Oleh Erica, Redaksi Indonesia Finance Today

Bagi pelaku usaha kuliner, memahami cara hitung harga jual GoFood adalah kunci untuk tetap untung meski terkena potongan komisi dan biaya lain. Banyak penjual hanya menyalin harga dari menu offline, lalu kaget ketika margin laba menipis atau malah merugi. Artikel ini menguraikan langkah rinci dan rumus yang bisa langsung dipakai untuk menyusun harga jual yang lebih sehat di GoFood.

Mengapa Harga Jual di GoFood Harus Dihitung Berbeda

Berjualan di GoFood memberi akses ke jutaan pengguna, tetapi struktur biayanya tidak sama dengan jualan di warung atau restoran. Ada komisi platform, biaya promo, potongan pajak, hingga biaya kemasan dan ongkos operasional tambahan yang sering terlupa.

Jika penjual hanya mengacu pada harga di tempat, laba akan tergerus perlahan. Di sisi lain, menaikkan harga sembarangan berisiko membuat pembeli kabur. Kuncinya adalah perhitungan sistematis, di mana semua komponen biaya dimasukkan sejak awal, lalu disusun rumus harga jual yang masih kompetitif.

Komponen Biaya yang Mempengaruhi Harga Jual di GoFood

Sebelum masuk ke rumus, penjual perlu memetakan semua biaya yang melekat pada satu porsi menu. Ini menjadi fondasi cara hitung harga jual GoFood yang akurat.

Secara umum, komponen yang perlu dihitung antara lain:

1. Biaya bahan baku per porsi
2. Biaya tenaga kerja yang dialokasikan per porsi
3. Biaya kemasan khusus delivery
4. Biaya overhead, seperti sewa, listrik, gas, dan lain lain
5. Komisi GoFood
6. Biaya promo dan diskon
7. Pajak dan biaya administrasi, jika ada
8. Target laba per porsi

Setiap usaha bisa memiliki struktur biaya yang sedikit berbeda. Warung rumahan mungkin tidak memasukkan sewa, tetapi restoran di pusat kota wajib menghitungnya. Semakin detail pencatatan, semakin tepat harga yang dihasilkan.

Rumus Dasar Cara Hitung Harga Jual GoFood

Bagian ini menjadi inti pembahasan, yaitu menyusun rumus cara hitung harga jual GoFood mulai dari biaya paling dasar sampai harga yang tampil di aplikasi.

1. Menghitung biaya bahan baku per porsi

Langkah pertama adalah mengetahui berapa rupiah yang dihabiskan untuk membuat satu porsi menu.

Contoh sederhana untuk satu porsi ayam geprek:

1. Ayam: Rp7.000
2. Tepung dan bumbu: Rp2.000
3. Nasi: Rp3.000
4. Sambal dan pelengkap: Rp1.000

Total biaya bahan baku per porsi:
Rp7.000 + Rp2.000 + Rp3.000 + Rp1.000 = Rp13.000

Rumus umum:

Biaya bahan baku per porsi = total harga semua bahan untuk satu porsi

Kesalahan umum di tahap ini adalah menebak tanpa menimbang atau mengukur. Idealnya, penjual membuat resep baku dengan takaran jelas, lalu menghitung dari nota pembelian bahan.

2. Mengalokasikan biaya tenaga kerja dan overhead

Biaya berikutnya adalah tenaga kerja dan overhead. Banyak pelaku usaha kecil mengabaikan ini, padahal jika usaha berkembang, komponen ini menjadi beban yang besar.

1. Biaya tenaga kerja
Misalnya satu karyawan bergaji Rp3.000.000 per bulan dan rata rata usaha menjual 1.500 porsi makanan per bulan.

Biaya tenaga kerja per porsi:
Rp3.000.000 : 1.500 = Rp2.000

2. Biaya overhead
Misalnya biaya sewa, listrik, gas, air, dan lain lain total Rp2.000.000 per bulan, dengan volume penjualan sama 1.500 porsi.

Biaya overhead per porsi:
Rp2.000.000 : 1.500 ≈ Rp1.333, dibulatkan menjadi Rp1.500

Total biaya tenaga kerja dan overhead per porsi:
Rp2.000 + Rp1.500 = Rp3.500

Rumus umum:

Biaya tenaga kerja per porsi = total gaji per bulan : total porsi per bulan

Biaya overhead per porsi = total overhead per bulan : total porsi per bulan

Total biaya produksi per porsi = biaya bahan baku + biaya tenaga kerja + biaya overhead

Jika digabung dengan contoh bahan baku sebelumnya:
Biaya bahan baku: Rp13.000
Biaya tenaga kerja + overhead: Rp3.500

Total biaya produksi per porsi: Rp16.500

3. Menambahkan biaya kemasan khusus delivery

Menu yang dijual di GoFood umumnya memerlukan kemasan berbeda dengan makan di tempat. Kotak makanan yang lebih tebal, plastik tambahan, sendok sekali pakai, sampai stiker brand.

Contoh komponen kemasan per porsi:

1. Kotak makanan: Rp2.000
2. Kantong plastik atau paper bag: Rp1.000
3. Sendok, tisu: Rp500

Total biaya kemasan: Rp3.500

Rumus umum:

Biaya kemasan per porsi = penjumlahan seluruh komponen kemasan untuk satu porsi

Total biaya sebelum komisi:
Biaya produksi per porsi: Rp16.500
Biaya kemasan: Rp3.500

Total biaya dasar per porsi: Rp20.000

Di titik ini, penjual sudah tahu berapa rupiah yang keluar sebelum berurusan dengan komisi GoFood dan promo.

4. Memahami struktur komisi GoFood

Besaran komisi GoFood bisa berbeda tergantung jenis merchant, perjanjian kerja sama, dan kebijakan yang berlaku. Angka yang sering dijumpai di lapangan berkisar di atas 20 persen dari harga menu sebelum pajak, namun penjual perlu merujuk langsung ke perjanjian resmi di akun GoBiz atau dokumen kerja sama.

Sebagai ilustrasi, gunakan contoh komisi 20 persen untuk mempermudah perhitungan. Angka ini hanya contoh matematika, bukan patokan resmi.

Rumus komisi:

Komisi GoFood = persentase komisi × harga jual di aplikasi

Inilah alasan mengapa rumus harga jual tidak bisa hanya menjumlahkan biaya lalu menambahkan laba. Penjual perlu menghitung harga jual dengan mempertimbangkan potongan komisi di depan.

5. Rumus inti cara hitung harga jual GoFood agar tetap untung

Setelah semua biaya diketahui, penjual dapat menyusun rumus untuk menentukan harga yang tampil di aplikasi. Intinya adalah mencari harga jual yang, setelah dipotong komisi, masih menutup semua biaya dan memberikan laba.

Gunakan variabel berikut:

1. B = total biaya dasar per porsi, termasuk bahan baku, tenaga kerja, overhead, dan kemasan
2. L = laba yang diinginkan per porsi
3. K = persentase komisi GoFood dalam bentuk desimal, misalnya 20 persen menjadi 0,20
4. H = harga jual di aplikasi

Pendapatan bersih yang diterima penjual dari satu porsi adalah:

Pendapatan bersih = H × (1 − K)

Pendapatan bersih ini harus sama dengan B + L. Maka rumusnya:

H × (1 − K) = B + L

Sehingga:

H = (B + L) : (1 − K)

Contoh dengan angka:

1. B = Rp20.000
2. L = Rp5.000
3. K = 0,20

H = (Rp20.000 + Rp5.000) : (1 − 0,20)
H = Rp25.000 : 0,80
H = Rp31.250

Harga jual di aplikasi bisa dibulatkan menjadi Rp31.000 atau Rp31.500 sesuai strategi.

> Menurut saya, banyak penjual yang merasa harga di aplikasi terlihat mahal karena tidak pernah memecah angka seperti ini. Begitu semua komponen dijabarkan, harga yang tampak tinggi sering kali justru minimal agar usaha tetap hidup.

Jika penjual hanya memasang harga Rp25.000 di aplikasi dengan komisi 20 persen, pendapatan bersihnya:

Rp25.000 × 0,80 = Rp20.000

Padahal biaya dasar sudah Rp20.000. Artinya tidak ada laba sama sekali, bahkan masih berisiko rugi jika terjadi pemborosan bahan atau pesanan batal.

Cara Hitung Harga Jual GoFood untuk Menu Promo dan Diskon

Promo menjadi fitur penting di GoFood, tetapi tanpa perhitungan, promo bisa menggerus laba lebih dalam daripada komisi. Di sini, cara hitung harga jual GoFood perlu memasukkan faktor diskon.

6. Menghitung harga jual saat ada voucher atau diskon

Misalkan penjual memberikan diskon 20 persen untuk menu tertentu. Gunakan variabel tambahan:

1. D = persentase diskon dalam bentuk desimal, misalnya 20 persen menjadi 0,20
2. Hp = harga asli di aplikasi sebelum diskon
3. Hd = harga setelah diskon yang dibayar pembeli

Rumus harga setelah diskon:

Hd = Hp × (1 − D)

Komisi GoFood biasanya dihitung dari harga setelah diskon, tergantung ketentuan yang berlaku. Untuk ilustrasi, gunakan komisi dari Hd.

Pendapatan bersih penjual:

Pendapatan bersih = Hd × (1 − K)
Pendapatan bersih = Hp × (1 − D) × (1 − K)

Agar tetap untung, pendapatan bersih minimal harus sama dengan B + L. Maka:

Hp × (1 − D) × (1 − K) = B + L

Sehingga:

Hp = (B + L) : [(1 − D) × (1 − K)]

Contoh angka:

1. B = Rp20.000
2. L = Rp4.000
3. K = 0,20
4. D = 0,20

Hp = (Rp20.000 + Rp4.000) : [(1 − 0,20) × (1 − 0,20)]
Hp = Rp24.000 : (0,80 × 0,80)
Hp = Rp24.000 : 0,64
Hp = Rp37.500

Jika penjual ingin memberi diskon 20 persen tetapi tetap mendapat laba Rp4.000 per porsi, harga sebelum diskon perlu sekitar Rp37.500. Harga setelah diskon:

Hd = Rp37.500 × 0,80 = Rp30.000

Pendapatan bersih setelah komisi 20 persen:

Rp30.000 × 0,80 = Rp24.000

Nilai ini sama dengan B + L.

Contoh ini menunjukkan bahwa diskon ganda dengan komisi bisa membuat harga yang tampak menarik bagi konsumen menjadi sangat berat bagi penjual. Tanpa rumus, risiko boncos sangat besar.

7. Menentukan laba realistis per porsi

Target laba per porsi tidak bisa dipukul rata untuk semua usaha. Makanan dengan bahan mahal dan proses rumit wajar memiliki margin lebih tinggi daripada menu sederhana yang massal.

Beberapa pendekatan yang sering dipakai:

1. Persentase dari biaya dasar
Misalnya laba 30 persen dari B. Jika B Rp20.000, laba per porsi Rp6.000.

2. Nominal tetap per kategori menu
Contoh, untuk menu utama laba minimal Rp5.000 sampai Rp8.000, untuk minuman Rp3.000, dan untuk snack Rp2.000.

3. Kombinasi kedua cara
Menu tertentu memakai persentase, menu lain memakai nominal tetap agar harga tetap wajar di mata konsumen.

Rumus umum jika menggunakan persentase laba:

1. P = persentase laba yang diinginkan dalam bentuk desimal
2. L = P × B

Lalu gunakan rumus harga jual:

H = (B + L) : (1 − K)

Dengan cara ini, penjual bisa mengatur strategi harga per kategori, bukan hanya menambah angka secara acak.

> Saya melihat banyak usaha kuliner yang bertahan lama justru karena disiplin dalam menentukan margin per kategori menu, bukan karena mereka selalu memberi harga termurah di aplikasi.

Contoh Lengkap Perhitungan Harga Jual Satu Menu di GoFood

Untuk merangkum cara hitung harga jual GoFood yang sudah dibahas, berikut contoh lengkap dari awal sampai harga akhir di aplikasi, tanpa promo.

Anggap sebuah usaha menjual menu “Nasi Ayam Bakar” dengan data sebagai berikut:

1. Biaya bahan baku per porsi:
Ayam: Rp8.000
Nasi: Rp3.000
Bumbu dan sambal: Rp2.000
Sayur pelengkap: Rp1.000

Total bahan: Rp14.000

2. Biaya tenaga kerja per porsi: Rp2.500
3. Biaya overhead per porsi: Rp1.500
4. Biaya kemasan per porsi: Rp3.000
5. Komisi GoFood: 22 persen, K = 0,22
6. Target laba per porsi: Rp6.000

Langkah perhitungan:

1. Hitung biaya produksi per porsi:
Bahan baku: Rp14.000
Tenaga kerja: Rp2.500
Overhead: Rp1.500

Total biaya produksi: Rp18.000

2. Tambahkan biaya kemasan:
Rp18.000 + Rp3.000 = Rp21.000

Ini menjadi B, total biaya dasar per porsi.

3. Tambahkan laba yang diinginkan:
B + L = Rp21.000 + Rp6.000 = Rp27.000

4. Hitung harga jual di aplikasi:
H = (B + L) : (1 − K)
H = Rp27.000 : (1 − 0,22)
H = Rp27.000 : 0,78
H ≈ Rp34.615

Harga bisa dibulatkan menjadi Rp34.500 atau Rp35.000. Jika dipilih Rp35.000, pendapatan bersih setelah komisi:

Pendapatan bersih = Rp35.000 × (1 − 0,22)
Pendapatan bersih = Rp35.000 × 0,78
Pendapatan bersih = Rp27.300

Laba aktual per porsi:
Rp27.300 − Rp21.000 = Rp6.300

Angka ini sedikit lebih tinggi dari target Rp6.000, yang memberi ruang aman jika terjadi kenaikan harga bahan atau pemborosan kecil di dapur.

Cara Hitung Harga Jual GoFood untuk Paket dan Menu Bundling

Banyak penjual menggunakan strategi paket, misalnya paket hemat berisi makanan utama, minuman, dan snack. Cara hitung harga jual GoFood untuk paket perlu memperhatikan dua hal: total biaya semua item dan diskon internal paket.

Langkah perhitungan:

1. Hitung biaya dasar masing masing item
Misal:
Nasi ayam: biaya dasar Rp20.000
Teh manis: biaya dasar Rp4.000
Tahu isi: biaya dasar Rp3.000

Total biaya dasar sebelum diskon: Rp27.000

2. Tentukan laba minimum untuk paket
Misalnya laba minimal Rp7.000 per paket.

B + L = Rp27.000 + Rp7.000 = Rp34.000

3. Masukkan komisi GoFood
Misal komisi 20 persen, K = 0,20.

H = Rp34.000 : (1 − 0,20)
H = Rp34.000 : 0,80
H = Rp42.500

Jika harga normal total item dijual terpisah misalnya Rp50.000 di aplikasi, maka paket Rp42.500 masih terlihat menarik di mata konsumen, sekaligus memenuhi target laba penjual.

Penjual dapat menyesuaikan laba paket sedikit lebih rendah daripada penjualan satuan karena diimbangi volume penjualan yang lebih tinggi. Namun rumus dasarnya tetap sama, yaitu memastikan pendapatan bersih setelah komisi masih di atas total biaya.

Cara Hitung Harga Jual GoFood untuk Menjaga Daya Saing

Setelah rumus cara hitung harga jual GoFood diterapkan, penjual perlu membandingkan harga akhir dengan pesaing di kategori yang sama. Jika harga jauh lebih tinggi, ada beberapa opsi penyesuaian:

1. Menurunkan sedikit target laba per porsi, terutama untuk menu andalan yang menjadi magnet pelanggan
2. Menata ulang porsi atau komposisi bahan agar biaya dasar turun tanpa mengurangi kualitas secara signifikan
3. Mengurangi elemen kemasan yang tidak terlalu penting, selama keamanan makanan tetap terjaga
4. Menggunakan promo yang dibiayai sebagian oleh platform, jika tersedia, dengan tetap menghitung pengaruhnya pada pendapatan bersih

Penjual juga bisa membagi menu menjadi beberapa kelas harga, misalnya menu ekonomis dengan margin tipis, menu reguler dengan margin standar, dan menu premium dengan margin lebih tinggi. Hal ini membuat usaha tidak bergantung pada satu jenis menu saja.

Pada akhirnya, kekuatan utama dari cara hitung harga jual GoFood yang sistematis adalah memberi gambaran jelas tentang di mana uang keluar dan berapa yang benar benar masuk ke kas usaha. Dengan angka yang transparan, keputusan harga tidak lagi didasarkan pada perasaan, tetapi pada perhitungan yang bisa diuji dan disesuaikan seiring perkembangan bisnis.